CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Kami Tolak Tambang PT. EMM

AMDAL Bentuk Perusakan Lingkungan Yang Disepakati

Oleh: Ainul Mardhiah

Pembangunan di Aceh terus terjadi diiringi oleh kerusakan lingkungan hidup yang signifikan. Ditandai dengan ragam bencana yang datang silih berganti setiap tahunnya dan menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. Bencana memberikan dampak ekologi maupun dampak sosial masyarakat. Fakta ekologi membuktikan bahwa dalam tahun 2015-2016 terjadi berbagai bencana yang diduga terjadi akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak mengedepankan aspek-aspek keseimbangan ekologi. Dampak negatif dari fakta sosial yaitu makin melemahnya sektor pendapatan masyarakat kecil dan konflik sosial perebutan lahan dengan investor.

Fakta kerusakan lingkungan hidup terjadi melalui kondisi legal dan illegal. Alat ukurnya adalah dokumen AMDAL. Tentunya ini menjadi pertanyaan; sekian jumlah AMDAL telah disepakati sebagai platform pembangunan dalam menjalankan suatu pembangunan dan usaha. Namun, masih saja terjadi kerusakan lingkungan yang menunjukkan adanya anomali yang terus menerus dipertahankan sehingga menjadi lingkaran hitam yang berubah menjadi bencana. Nyatanya, meskipun Dokumen AMDAL telah disahkan, namun ketika pembangunan diimplementasikan, terjadi degradasi lingkungan yang membahayakan lingkungan sekitarnya.

Penggunaan dokumen AMDAL saat ini hanya sebagai tameng dalam menghadapi gugatan warga ketika sebuah badan usaha dalam aktivitasnya dituduh mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan. Celakanya, saat berperkara di pengadilan, hakim kerap menggunakan dokumen AMDAL itu sebagai bahan pertimbangan. Akibatnya, masyarakat yang jadi korban sering dikalahkan. Padahal, seringkali AMDAL dibuat hanya asal jadi sebagai prasyarat pembangunan suatu usaha.

Begitu pula dengan sejumlah proyek yang bersumber dari APBK/APBA/APBN, kajian lingkungan tidak menjadi prioritas dalam pelaksanaan proyek tersebut. Hanya sebatas kelengkapan syarat, terlebih didesak oleh deadline anggaran yang harus dihabiskan.

Padahal AMDAL bertujuan menaikkan posisi tawar lingkungan hidup bukan malah berkontribusi dalam menimbulkan perusakan lingkungan hidup dan ekosistem. Sehingga pada akhirnya, AMDAL hanya sebagai konsep legal dalam perusakan lingkungan hidup di Aceh! (Ainul Mardhiah / Kadiv Pendidikan Walhi Aceh)

Baca:  Menjaga Pohon Menghargai Kehidupan

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama

Hari Lingkungan Hidup Dunia

Hari Lingkungan Hidup Dunia

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi