Galeri Gugatan TUN

Buku Catatan Akhir Tahun: Menelusuri Langkah Walhi Aceh 2016

Pengantar Direktur Walhi Aceh

Telah menjadi agenda tahunan bagi Walhi Aceh untuk menerbitkan catatan terkait kondisi pengelolaan lingkungan hidup di Aceh. Pada tahun 2015, Walhi Aceh menerbitkan buku dengan judul “Rekam Jejak Pengelolaan Lingkungan Hidup 2015”. Buku Menelusuri Langkah Walhi 2016 (Catatan Akhir Tahun), merupakan seri terbitan catatan Walhi Aceh pada tahun 2016.

Buku ini memuat informasi tentang kondisi kehutanan, perkebunan, pertambangan, tata ruang, iklim, bencana, dan upaya Walhi Aceh dalam menjaga lingkungan hidup tahun 2016. Data dan informasi yang digunakan diambil dari data resmi Pemerintah Aceh, tracking media, analisis Walhi Aceh, dan sejumlah data lainnya.

Kondisi lingkungan hidup Aceh pada tahun 2016 masih pada posisi memprihatinkan. Pengelolaan sumber daya alam masih jauh dari tujuan utama, yaitu untuk mensejahterakan rakyat. Terjadinya konflik agraria, pelanggaran HAM, pencemaran limbah, konflik satwa, alih fungsi kawasan, dan bencana menjadi penguat pendapat kalau Pemerintah Aceh belum mampu mendesain pola pembangunan yang berkelanjutan.

Keseriusan Pemerintah Aceh dalam menjaga lingkungan hidup masih sebatas serimonial, terlebih tahun 2016 merupakan tahun politik untuk Pilkada Aceh. Meskipun belum ditemukan data kongkrit, agenda politik tahun 2016 tidak terlepas dari upaya “menggadaikan” sumber daya alam, setidaknya menjadi “negosiasi” politik antara Aceh dengan Nasional atau Investor. Politik anggaran juga belum mampu menjawab persoalan lingkungan hidup. Di sisi yang lain, pembangunan infrastruktur menjadi ancaman bagi hilangnya wilayah kelola rakyat, sehingga program ketahanan pangan juga baru sebatas oral politik di panggung seremonial.

Dataran advokasi, Walhi Aceh memberikan sejumlah pemikiran positif untuk perbaikan tata ruang Aceh, menyoroti pembangunan, dan kampanye media untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah. Walhi Aceh menginisiasi pembentukan task force pencegahan dan penegakan hukum lingkungan terpadu di Aceh. Kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat sipil menjadi skema pergerakan task force dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup di Aceh. Dalam usianya yang masih sangat muda, task force sudah menidaklanjuti tiga kasus lingkungan hidup di Aceh. Selain itu, Walhi Aceh juga melakukan gugatan terhadap Bupati Aceh Tamiang atas penerbitan izin lingkungan kepada PT. Tripa Semen Aceh (TSA). Hasil kajian dan penelusuran penerbitan izin lingkungan kepada PT. TSA menyalahi secara prosedural, azas-azas, dan substansi.

Baca:  Mahasiswa UIN Ar Raniry KKL di Walhi Aceh

Akhirnya, Walhi Aceh berharap dengan penerbitan buku ini dapat menjadi referensi tambahan dan pengayaan daya kritis kita dalam upaya mengawal pengelolaan lingkungan hidup di Aceh. Terimakasih kepada tim penyusun yang telah bekerja keras sehingga buku ini sampai ke tangan pembaca.

Salam Adil dan Lestari

Eksekutif Daerah Walhi Aceh

Muhammad Nur

Direktur

 

Klik Untuk Mendownload Buku

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama