CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Galeri Gugatan TUN

Diskusi Publik Mengatasi Banjir Singkil

Rimo, 9/2/2017. Pemuda Pecinta Alam (PePAI) Aceh Singkil menyelenggarakan diskusi publik mengangkat tema “Mengatasi Banjir di daerah tertinggal dan termiskin Kabupaten Aceh Singkil”. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, seperti H. Asmauddin Plt Bupati Aceh Singkil, H. Ir. Azmi anggota DPRK Aceh Singkil, M. Nasir Walhi Aceh, serta Rusli Jabat dari Lsm GEMPA. Kegiatan diskusi berlangsung di Cafe Radio Xtra FM, yang dihadiri oleh peserta dari berbagai unsur, seperti kepolisian, pemuda, mahasiswa, masyarakat, perwakilan pemerintah, dan termasuk perwakilan perusahaan perkebunan.

Setidaknya diskusi ini bertujuan untuk mencari faktor penyebab bencana banjir, sekaligus mendiskusikan solusi penanganannya.

Pemerintah Jokowi menetapkan Kabupaten Aceh Singkil sebagai daerah tertinggal dan termiskin di Indonesia. Dengan SDA yang ada, mustahil Aceh Singkil menjadi daerah termiskin, tentu pemerintah kabupaten ada yang salah urus, kata PLT. Bupati Aceh Singkil.

Catatan Walhi Aceh, Kabupaten Aceh Singkil menduduki posisi ke 4 luas perkebunan besar dan posisi ke 9 luas perkebunan rakyat dari total luas perkebunan di Aceh.

H. Ir. Azmi dari komisi 3 DPRK Aceh Singkil menyampaikan salah satu faktor penyebab terjadinya banjir karena perusahaan HGU kelapa sawit membuat kanal – kanal besar di areal perkebunan mereka. Kanal ini harus ditutup oleh pemerintah, sehingga banjir dapat diatasi.

Namun, PLT. Bupati Aceh Singkil membantah kalau kanal yang dibuka perusahaan perkebunan kelapa sawit penyebab banjir di Singkil. Dia tetap berpendapat faktor utama karena luapan air sungai Singkil akibat kondisi sungai yang dangkal. Sehingga dalam tahun 2017 ini akan dibangun tanggul dan normalisasi sungai.

Walhi Aceh berpendapat, pembangunan tanggul dan normalisasi sungai belum mampu menjawab persoalan mendasar banjir Singkil. Karena penanganannya harus melalui satu manajemen mulai dari hilir, tengah, dan hulu. Sebab, Singkil berada di hilir, permasalahan banjir Singkil juga disebabkan rusak daerah hulu yang berada di lima kabupaten/kota. Selain itu, hilangnya daerah resapan air menjadi areal perkebunan kelapa sawit juga bagian dari dosa Aceh Singkil dalam menjaga daerah resapan.

Baca:  Peringatan Hari Bumi, Walhi bersama Mahasiswa Tanam Mangrove

Rusli Jabat dalam penelitiannya menemukan faktor utama terjadi banjir di Singkil karena alih fungsi kawasan menjadi perkebunan kelapa sawit. Terkait kenapa Singkil menjadi daerah termiskin dan tertinggal karena perusahaan perkebunan belum menggunakan tenaga kerja lokal secara maksimal. Justru sebaliknya, perusahaan mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.

Dalam diskusi tanya jawab, beragam komentar dan pendapat muncul dari peserta. Tidak sedikit juga yang mempersoalkan perilaku perusahaan dalam pengelolaan perkebunan.[]

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama

Hari Lingkungan Hidup Dunia

Hari Lingkungan Hidup Dunia

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi