Galeri Gugatan TUN

Ini Sebabnya Walhi Tolak Pembangunan Tol Aceh-Medan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh menolak pembangunan jalan bebas hambatan dan tol Aceh-Medan, sebab pembangunan jalan tol itu berakibat buruk pada produktivitas lahan warga.

Lokasi pembangunan jalan ini melintasi 8 kabupaten/kota yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, dan Aceh Besar dengan panjang mencapai 412, 77 KM dan dibangun di tengah permukiman dan lahan warga.

Menurut kajian Walhi Aceh, pembangunan tersebut akan berdampak langsung pada 4.655 hektar lahan warga di antaranya73, 81% areal perkebunan, 19,94% lahan sawah, 0,22% embung, 0,14% quarry dan 0,11% lahan industri dan sekolah.

“Akibat dari itu maka dapat menurunkan produktivitas lahan, juga ancaman kehilangan lahan,” kata Muhammad Nur, Direktur Walhi Aceh saat konferensi pers di Kantor Walhi Aceh, Lambhuk, Selasa 27 Desember 2016.

M Nur menegaskan, jika pembangunan jalan tol dilanjutkan maka dikhawatirkan lambat laun Aceh hanya akan menjadi daerah konsumen bukan lagi produsen.

“Kami khawatir Aceh menjadi daerah yang harus mengirim beras dari negara lain. Bukan lagi daerah yang memproduksi tapi menjadi konsumen saja, dan berdampak pada ekonomi Aceh ke depan,” katanya.

Walhi mengimbau jika pembangunan jalan tol yang dijadwalkan pada 2017 mendatang, pemerintah dapat mengubah rute pembangunan jalan tol ke arah pesisir.

“Rutenya diubah melalui jalur pesisir agar tidak merusak pemukiman dan lahan warga,” katanya.[]

Sumber: mediaaceh.co

Baca:  Kuala Seumanyam: Sebuah Pesan Perjuangan

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama