Galeri Gugatan TUN

Kelompok Tani Tidak Tahu Kopibali Alih HKm Ke TSA

Banda Aceh, 22/12/2016. Salah satu substansi  Walhi Aceh menggugat Bupati Aceh Tamiang terkait penerbitan izin lingkungan kepada PT. Tripa Semen Aceh (TSA) karena tumpang tindah kawasan dengan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Gugatan Walhi Aceh melawan Bupati Aceh Tamiang sudah terselenggara 14 kali persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Banda Aceh.

Sidang ke 14 pada tanggal 21/12/2016, Walhi Aceh menghadirkan dua orang saksi fakta, satu diantaranya Kamal Faisal merupakan saksi yang sudah pernah dihadirkan, dalam persidangan ini saksi tersebut menguatkan kembali satu alat bukti. Sedangkan satu saksi lagi bapak Alisyah (70) merupakan saksi baru yang memberi kesaksian terkait tumpang tindih kawasan PT. TSA dengan areal HKm.

Bapak Alisyah merupakan mantan sekdes Kaloy, mantan Kepala Desa Kaloy, mantan Mukim, Pawang Hutan, dan merupakan Ketua Kelompok Tani di bawah Koperasi Bina Lestari (Kopibali). HKm diruntukan untuk kelompok tani, dan kelompok tani tani dibina oleh Kopibali. Ketua Kopibali telah membuat surat pernyataan yang bahwa tidak keberatan areal PT. TSA masuk dalam areal HKm. Surat pernyataan tersebut menjadi salah satu bukti surat yang diajukan oleh pihak Tergugat dalam perkara ini. Surat pernyataan itu dikelurkan setelah PT. TSA mendapatkan izin lingkungan dari Bupati Aceh Tamiang.

Dalam persidangan, saksi mengakui tidak mengetahui kalau Ketua Kopibali mengeluarkan surat pernyataan itu, tidak hanya saksi banyak juga ketua kelompok tani lainnya tidak diberitahukan terkait alih lahan tersebut. Surat pernyataan Ketua Kopibali oleh saksi baru melihatnya pada saat diperlihatkan oleh Tergugat dalam persidangan.

Saksi mengakui, Ketua Kopibali tidak pernah mengajak diskusi atau membuat rapat dengan kelompok tani terkait masalah ini.

Dalam persidangan, saksi juga membacakan SK Bupati Aceh Tamiang No.443 Tahun 2012, tanggal  22  Juni 2012 tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan Kepada Koperasi Bina Lestari di Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hukum Kabupaten Aceh Tamiang, yang menyatakan bahwa areal HKm tidak boleh dialih fungsikan untuk kegiatan diluar rencana kerja HKm.

Baca:  Walhi Aceh Inisiasi Pembentukan Task Force Penegakan Hukum LH

Walhi Aceh menggugat Bupati Aceh Tamiang terkait penerbitan SK Bupati Aceh Tamiang Nomor 541 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Rencana Kegiatan Industri Semen Kapasitas Produksi  10.000 Ton / Hari Klinker di Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang atas nama PT Tripa Semen Aceh (PT TSA). Sampai pada persidangan ini, Walhi Aceh sudah mengajukan 54 bukti surat dan menghadirkan 5 orang saksi. Sedangkan dari pihak tergugat (Bupati Aceh Tamiang) menghadirkan 4 orang saksi, serta dari tergugat intervensi (PT. TSA) hanya menghadirkan 1 saksi fakta. Sidang selanjutkan pada tanggal 4 Januari 2017, dengan agenda kesimpulan para pihak.[]

 

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama