CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Galeri Gugatan TUN

PT. TSA Tidak Libatkan Ahli Kars Saat Susun AMDAL

Banda Aceh, 14/12/2016. Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Banda Aceh pada 14/12/2016, melanjutkan persidangan ke tiga belas antara Walhi melawan Bupati Aceh Tamiang. Tahapan persidangan ini sudah sampai pada agenda tambahan bukti dan menghadirkan saksi para pihak. Walhi Aceh sebagai penggugat sudah menghadirkan empat orang saksi, tiga saksi fakta dan satu orang saksi ahli, yaitu ahli kars. Pihak tergugat (Bupati Aceh Tamiang) juga sudah menghadirkan empat orang saksi fakta, sedangkan pihak tergugat intervensi PT. Tripa Semen Aceh (TSA) hanya menghadirkan satu orang saksi fakta.

Walhi menggugat Bupati Aceh Tamiang terkait penerbitan Izin Lingkungan kepada PT. TSA, melalui SK Bupati nomor 541 tahun 2016. Menurut Walhi, penerbitan izin lingkungan tersebut bertentangan dengan aspek prosedural, substansi, dan azas-azas. Salah satu substansi yang menjadi dasar gugatan Walhi karena areal pertambangan PT. TSA berada dalam bentang alam kars, dan tumpang tindih kawasan dengan Hutan Kemasyarakatan (HKm).

Pada persidangan ini, PT. TSA menghadirkan satu orang saksi fakta yaitu Bapak Yamin, koodinator tim penyusun AMDAL. Dalam keterangannya, saksi menyampaikan selama proses penyusunan AMDAL PT. TSA hanya empat kali ke lapangan, dalam kunjungan tersebut saksi mengakui belum pernah ke lokasi kars. Hanya melakukan dialog dengan warga dan mendampingi tim untuk pengambilan sampel. Selain itu, juga mengakui dalam tim penyusun AMDAL tidak melibatkan ahli kars.

Secara tata ruang Aceh Tamiang, di kampung Kaloy di akui ada kawasan kars sebagai kawasan lindung geologi, hal ini juga tersebutkan dalam dokumen AMDAL PT. TSA. Walhi selaku penggugat pada persidangan sebelumnya menghadirkan saksi ahli kars. Dalam keterangannya disebutkan, sebelum dilakukan eksploitasi pada bentang alam kars harus dilakukan kajian khusus secara menyeluruh dan mendalam.

Baca:  Bencana Ekologi Aceh Tenggara Akibat Lemahnya Proses Mitigasi

Sidang selanjutnya dijadwalkan pada rabu tanggal 21/12/2016 di Pengadilan TUN Banda Aceh, dengan agenda saksi tambahan dari pihak Walhi. Walhi pada persidangan ke depan akan menghadirkan dua orang saksi fakta untuk memperkuat bukti yang telah diajukan.[]

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama

Hari Lingkungan Hidup Dunia

Hari Lingkungan Hidup Dunia

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi