CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Galeri Gugatan TUN

Seulawah Sapu Gunung

Banda Aceh (24/11) , Dalam rangka memperingati hari pohon sedunia, Unit Kegiatan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (MAPALA STIK) Yayasan Tengku Chiek Pante Kulu bekerjasama dengan WALHI ACEH, civitas Akademika STIK Pante kulu  Banda Aceh, Dinas Kebudayaan dan Parawisata Aceh, UPTD KPH TAHURA Pocut Meurah Intan  serta di sponsori  oleh Akasaka Outdor Sandals, melakukan kegiatan Seulawah Sapu Gunung (SSG XII) 2016 dengan mengangkat thema Menjaga Sumber Daya Alam Secara Lestari Dalam Tekad SIA-SIA Atau KAYA MAKNA” yang berlangsung selama dua hari terhitung mulai tanggal 25 s/d 27 November 2016 bertempat di Gunung Seulawah Agam, Kec. Lembah Seulawah, Kab. Aceh Besar.

Sapu Gunung merupakan agenda tahunan Mapala Stik Banda Aceh, pertama sekali dilaksanakan di Seulawah Agam pada tahun 1993. Dan di tahun 2016 ini kami  (MAPALA STIK) kembali menggelar kegiatan Seulawah Sapu Gunung XII dengan melakukan kegiatan pengutipan sampah an-organik disepanjang jalur pendakian, diskusi persoalan lingkungan terkait dengan hutan dan ekosistemnya, penanaman pohon dan renovasi pamflet himbauan untuk tidak membuang sampah dikawasan hutan dan bersama-sama melestarikan sumber daya alam dan menjaga ekosistemnya.

Karena sumber daya alam adalah karunia yang tidak hanya dapat dimanfaatkan tetapi juga harus dilestarikan demi keberlangsungan generasi kita kedepan. Keprihatinan kami lahir dari kondisi fakta melihat seulawah yang tak lagi sejuk dan hampir sejauh mata memandang terlihat hutan lindung berubah fungsi menjadi pemukiman dan kebun-kebun pisang, sehingga tanah menjadi tidak stabil dan jika curah hujan tinggi mengalami longsor. Selain itu kami juga prihatin dengan kondisi sepanjang jalur pendakian kami temukan sampah-sampah an-organik, menurut informasinya sampah-sampah itu dibuang oleh pendaki sebelumnya, kalau benar informasi itu sangat disayangkan sebagai kelompok yang mengatasnamakan pencinta lingkungan tapi berprilaku tidak menjaga dan melestarikan hutan yang dikunjungi. Kalaupun pelakunya adalah masyarakat setempat, maka untuk itu himbauan kami terhadap seluruh masyakarat mari jaga dan lestarikan alam kita sebagai warisan untuk generasi kita.

Baca:  Pengumuman Rekrutmen Fellowship Investigator

Dalam kegiatan ini juga dihadiri hampir seluruh organisasi Mahasiwa Pecinta Alam , Komunitas Pecinta Alam, dan Penggiat Lingkungan Hidup se-provinsi Aceh yang sudah diseleksi oleh Lembaga/Organisasi masing-masing, hal ini dikarenakan begitu antusiasnya mereka terhadap pelestarian sumber daya alam dan ekosistemnya. Semua peserta berjumlah 60 orang 9 diantaranya perempuan. Dan besar harapan kami kegiatan ini bisa menjadi motivasi seluruh generasi muda untuk mengambil peran terhadap persoalan lingkungan yang kita alami saat ini. Bila hutan dan ekosistemnya rusak maka dapat dipastikan bila curah hujan tinggi akan terjadi banjir, longsor dimana-mana dan begitu juga sebaliknya jika terjadi kemarau yang panjang maka akan terjadi kekeringan. Belum lagi konflik satwa dengan manusia karena persediaan makanannya tidak ada lagi didalam hutan, maka wajar kalau satwa yang hidup dihutan turun keperkampungan warga.[]

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi