Galeri Gugatan TUN

Task Force PPHLH Bedah Kasus Pencemaran Limbah PKS di Birem Bayeun, Aceh Timur

Banda Aceh, 1/9/2016. Task Force Pencegahan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Terpadu melakukan bedah kasus pencemaran limbah pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan bedah kasus ini dilaksanakan atas dasar laporan warga dari tiga desa yang terkena dampak. Pada tanggal 14 Juni 2016, tiga orang geuchik dari gampong Bayeun,  Alue Gadeng Gampong, dan Paya Peulawi menyurati task force melalui Bapedal Aceh terkait pencemaran limbah PKS. Kemudian task force melakukan bedah kasus yang dihadiri oleh perwakilan warga tiga desa, Bapedal, Walhi Aceh, PB HAM Aceh Timur, Koalisi NGO HAM, LBH Banda Aceh, MaTA, dan Ditreskrimsus Polda Aceh. Kegiatan bedah kasus berlangsung di Sekretariat Walhi Aceh.

Warga menyampaikan ada tiga perusahaan PKS yang membuang limbah ke aliran sungai Bayeun, yaitu PT. Anugerah Fajar Rezeki, PT. Ensem Sawita, dan Koperasi Prima Jasa. Pencemaran limbah tersebut telah berdampak terhadap perekonomian dan kesehatan 692 KK dari tiga.

Maka dari itu, ada empat tuntutan warga yaitu; pengelolaan limbah harus diperbaiki sesuai dengan ketentuan teknis dan peraturan yang berlaku, perusahaan harus mengalokasikan dana desa dalam skema CSR, perusahaan harus merekut tenaga kerja lokal, dan pembelian TBS dari kebun warga harus menjadi prioritas.

Atas dasar tuntutan tersebut, task force dalam waktu dekat ini akan memfasilitasi pertemuan antara warga, perusahaan, dan pemerintah kabupaten. Selain itu, task force juga akan melakukan kunjungan ke lokasi untuk mencari fakta-fakta lapangan terkait pencemaran limbah. Jika hasil kunjungan lapangan ditemukan bukti-bukti pelanggaran, maka tidak menutup kemungkinan kasus ini dilanjutkan ke perkara hukum lingkungan.[]

Baca:  Mukim Desak Pemerintah Cabut Izin PT. MPT dan PT. RPPI di Aceh Utara

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama