Galeri Gugatan TUN

Task Force PPHLH Bedah Kasus Perambahan Rawa Singkil

Banda Aceh, 7/10/2016. Task Force Pencegahan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (PPHLH) Terpadu di Aceh kembali membedah kasus lingkungan hidup, kesepakatan bersama pembentukan task force pada tanggal 12 April 2016, hingga hari ini sudah menindaklanjuti tiga kasus lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah Aceh.

Kasus perambahan kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil merupakan kasus ketiga yang dibedah dalam skema task force, sebelumnya task force juga telah membedah kasus pencemaran limbah CPO PKS di Birem Bayeun, Aceh Timur, dan telah menurunkan tim untuk meninjau langsung ke lokasi pencemaran limbah sebagai laporan warga, hasilnya adanya perbaikan tatakelola limbah melalui komitmen bersama yang disepakati lintas lembaga dan melibatkan warga.

perambahan-sm-rawa-singkil

Kasus perambahan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil dilaporkan ke task force oleh Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) di Aceh Selatan, dimana sebelumnya, di tahun 2015 lalu YGHL melakukan investigasi dan menemukan sekitar 50 hektar SM Rawa Singkil telah di rambah, temuan itu dilaporkan kepada BKSDA untuk ditindaklanjuti. Pada bulan september 2016, YGHL kembali melakukan investigasi menemukan perambahan dalam kawasan SM Rawa Singkil. SM Rawa Singkil luasnya 81.836 ha  tersebar di tiga kabupaten/kota, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam.

SM rawa singkil bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang merupakan salah satu kawasan rawa terbesar di Provinsi Aceh.  Kawasan ini berfungsi sebagai tempat hidupnya berbagai jenis flora dan fauna, dan harapan  belasan ribu masyarakat yang tinggal di sekelilingnya.

Fungsi lainya bagi Petani, pencari madu, pencari rotan, dan ikan air tawar., Rawa Singkil memiliki fungsi penting sebagai dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Alas menunjang ketersediaan air  bagi kehidupan manusia disana.

Baca:  Walhi Aceh Mendesak Pemerintah Dan Aparat Penegak Hukum Awasi Pertambangan Emas Ilegal Di Aceh Barat

Atas laporan YGHL, kemudian task force pada (7/10/2016) melakukan bedah kasus untuk mendalami dan mencari fakta-fakta baru terkait kasus tersebut. Kegiatan bedah kasus dilaksanakan di sekretariat Walhi Aceh, yang juga dihadiri oleh BKSDA Aceh. YGHL mempresentasikan sejumlah temuan hasil investigasi sebagai bukti perambahan, baik dalam bentuk foto, video, maupun titik koordinat. Perambahan SM Rawa Singkil diduga keterlibatan oknum pemerintah kabupaten Aceh Selatan.

Berdasarkan fakta awal, task force menyimpulkan adanya pelanggaran hukum dalam kasus tersebut. Berdasarkan rekomendasi hasil bedah kasus, task force dalam waktu dekat ini akan melakukan beberapa upaya termasuk melaporkan kasus secara resmi kepada Polda Aceh maupun ke Mabes Polri.

 

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama