CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Kami Tolak Tambang PT. EMM

Senin, 26 Oktober 2015 10:39 WIB

Banda Aceh- pembangunan Aceh selama ini tidak sesuai dengan seiring dengan kelestraian lingkungan hidup. Alih fungsi hutan menjadi kawasan garapan dengan dalih perbaikan ekonomi dan mempermudah akses warga, merupakan salah satu buktinya. Akibatnya, Aceh semakin akrab dengan bencana.

Dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Pemerintah Aceh melalui RPJM dan Qanun RTRWA No 19 tahun 2013-2033 dipasal (16),(17) dan (18) telah merencanakan pembangunan yang sudah dan akan kembali membelah hutan Aceh dalam skala besar tanpa kajian lingkungan hidup sesuai amanat UU 32 Tahun 2009 tentang PPLH serta turunannya.

Pembelahan hutan ini bertujuan untuk membuka sejumlah ruas jalan. Data yang dimiliki oleh Bappeda Aceh, sampai dengan 2014, Aceh memiliki panjang jalan 17.212,28 km. Tahun 2010 jalan nasional mencapai 1.782,78 km dan provinsi 1.847,91 km serta jalan kabupaten/kota 13.581,59 km).

‘Pembukaan hutan untuk membuat jalan, kami curigai tanpa dokumen izin lingkungan di semua ruasnya. Ini tentu berbahaya bagi Aceh. Inilah yang disebut pembangunan infrasturuktur yang menabung ancaman bencana di masa depan. Bahkan kini efeknya sudah terlihat,” ujar Muhammad Nur, Direktur Walhi Aceh, Senin (26/10/2015).

Akibatnya Aceh mengalami kerugian lebih dari 10 Trilyun hingga menjelang akhir tahun 2015. Dana ini keluar untuk perbaikan daerah yang tertimpa bencana alam. Disamping itu, Aceh sudah kehilangan 850 ribu hektar hutan karena illegal logging, HGU dan pertambangan.

Padahal, tambah M. Nur, untuk merehabilitasi satu hektar hutan, menghabiskan 3 milyar lebih. “Coba bayangkan kerugian yang dialami oleh Aceh akibat kesalahan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah. Di sisi yang lain, nasib masa depan anak bangsa dipertaruhkan,”.

Baca:  Walhi Aceh Bersama Lima LSM Ancam Lapor ke Jakarta

Fakta lainnya, masyarakat yang berada di kawasan hutan yang rusak justru menjadi penonton. Bahkan mereka malah terpinggirkan serta terbuangd ari kampung halaman. Bila terjadi bencana, Pemerintah malah datang sebagai “dermawan” yang membawa mis instan dan telur.

copas: http://theglobejournal.com/politik/walhi-aceh-aceh-merugi–lebih-10-trilyun–atas-kesalahan-pembangunan/index.php

Hari Lingkungan Hidup Dunia

Hari Lingkungan Hidup Dunia

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi