CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Galeri Gugatan TUN

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

 

Banda Aceh, 22/4/2018. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh bekerjasama dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu Banda Aceh memperingati hari bumi dalam bentuk kegiatan perkemahan dan penamahan pohon. Event hari bumi tersebut dilaksanakan di Hutan Pendidikan STIK, Jantho Aceh Besar, mulai tanggal 21 – 22 April 2018. Selain dua agenda besar tersebut, juga diadakan diskusi untuk merefleksikan kondisi bumi dalam kontek Aceh, kegiatan ini ikut dimeriahkan oleh 120 orang peserta. Selain mahasiswa STIK peserta perkemahan hari bumi juga berasal dari berbagai komunitas pecinta alam di Banda Aceh.

Event hari bumi ini tidak hanya sebatas kegiatan serimonial, akan tetapi bentuk kolaborasi antara masyarakat sipil dengan mahasiswa sebagai upaya melahirkan pemikiran positif untuk merespon kondisi bumi.

Dalam diskusi refleksi kondisi bumi, peserta menyampaikan berbagai kondisi bumi Aceh yang dianggap cukup kritis yang disebabkan oleh berbagai aktifitas ilegal dan berdampak terjadinya sejumlah bencana ekologi di Aceh.

Sampai tahun 2018, kerusakan hutan Aceh terus terjadi, pertambangan emas ilegal belum mampu ditertibkan sepenuhnya, konflik agraria antara warga dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit belum mampu diselesaikan, pencemaran limbah B3 belum mampu diatasi, investasi proyek energi mengancam kawasan hutan Aceh, pembangunan infrastruktur mengancan wilayah kelola masyarakat, serta kebijakan ruang yang masih bermasalah.

Sebagai upaya penyelamatan bumi dari kondisi di atas, mendesak pemerintah Aceh dan lembaga penegak hukum untuk lebih serius dan peka menyelesaikan persoalan lingkungan hidup di Aceh. Jika tidak, maka bencana ekologi seperti banjir, longsor, kekeringan, erosi, dan kebakaran hutan akan terus terjadi. Bencana ekologi tersebut akan berdampak pada rusak infrastruktur publik, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta sosial budaya yang tentunya berdampak juga pada anggaran rekonstruksi dan rehabilitasi paska bencana. Dimana pada tahun 2017 bencana ekologi terjadi sebanayk 120 kali dengan total kerugian 1,5 triliun rupiah.

Baca:  WALHI Aceh: Aceh Merugi Lebih 10 Trilyun Atas Kesalahan Pembangunan

Kegiatan penanaman pohon dalam memperingati hari bumi sebagai upaya merespon laju deforestasi hutan Aceh yang cukup masif. Dimana pada tahun 2017, WALHI Aceh mencatat sebesar 26 ribu hektar lebih hutan Aceh hilang fungsi akibat berbagai kegiatan ilegal dalam kawasan hutan. Untuk itu, pemerintah Aceh harus fokus pada upaya reboisasi dan rehabilitasi kawasan hutan yang rusak untuk mengembalikan fungsi hutan pada fungsinya.

Banda Aceh, 22/4/2018

WALHI Aceh

Nasir

Kadiv Advokasi dan Kampanye

Hp. 0812 6316 1183

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi