Galeri Gugatan TUN

Walhi Aceh Hadirkan Ahli Kars Pada Sidang Gugat Bupati Aceh Tamiang

Banda Aceh, 10/11/2016. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh kembali menggelar persidangan terkait gugatan Walhi Aceh melawan Bupati Aceh Tamiang, pada rabu 9/11/2016. Bupati Aceh Tamiang digugat oleh Walhi Aceh terkait diterbitkannya SK Izin Lingkungan untuk PT. Tripa Semen Aceh di Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang.

Pada sidang ke 11 ini Walhi Aceh mengajukan tambahan bukti berupa saksi ahli bidang kars, dimana pada persidangan sebelumnya Walhi Aceh telah juga menghadirkan tiga orang saksi fakta. Kawasan bentang alam kars merupakan salah satu subtansi gugatan Walhi Aceh dalam gugatan ini. Adapun saksi ahli yang dihadirkan oleh Walhi Aceh yaitu bapak Abdillah Imron Nasution.

Bapak Abdillah Imron Nasution menyampaikan bahwa ciri-ciri dari kawasan kars itu salah satunya adalah adanya goa, aliran sungai bahwa tanah, telaga, dan juga terdiri dari hamparan batu gamping. Jika kawasan ini dirusak maka akan berdampak pada sistem ekologis, jika debit airnya berkurang atau hilang maka akan terjadi dampak kekeringan, dan jika curah hujan yang tinggi maka akan terjadi banjir lumpur. Selain itu, segala makhluk yang menghuni goa tersebut akan punah. Jika sudah terjadi kerusakan pada kawasan kars, maka tidak dapat diperbarui kembali.

Berdasarkan keterangan tersebut, pihak tergugat berkilah lokasi penambangan PT. TSA jauh dari kawasan kars, sehingga bisa dilakukan penambangan. Namun saksi ahli berpendapat belum tentu, karena kawasan Kars ini merupakan satu kesatuan, jika satu kawasan rusak maka akan mempengaruhi kawasan yang lain. Untuk itu, seharusnya ada kajian khusus terkait bentang alam kars di luar daripada dokumen AMDAL.

Selain saksi ahli dari pihak Walhi Aceh, pihak tergugat juga menghadirkan dua orang saksi, sidang selanjutnya akan digelar pada tanggal 16/11/2016.[]

Baca:  Ombudsman: Menteri LHK Respon Positif Pemindahan Kantor BBTNGL ke Aceh

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama