CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Kami Tolak Tambang PT. EMM

WALHI Aceh: Visi Misi Calon Gubenur Aceh Belum Pro Lingkungan Hidup

Banda Aceh- Dari penjabaran visi dan misi serta program unggulan dari enam pasangan calon yang akan maju sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, isu lingkungan belum mendapatkan tempat dalam memperbaikan, pemanfaatan, pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup. Sedangkan isu infrastruktur dan ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan menjadi bagian dari isu strategi untuk meningkatkan elektabilitas.

Isu lingkungan begitu jelas diabaikan oleh calon pemimpin. Fakta yang terjadi saat ini lingkungan menjadi bagian utama penyebab gagal panen dan berbagai dampak penting lain atas pembangunan dan manusia itu sendiri. Tujuan adil dan makmur sebagaimana termaktub dalam visi dan misi pasangan calon, sangat sulit terwujud dengan kondisi alam dan lingkungan semakin kritis. Jika dilihat dari frekuensi bencana yang melanda, pemberdayaan ekonomi, peningkatan infrastruktur dalam rangka mewujudkan visi dan misi itu menjadi tidak akan berarti, apabila dalam visi dan misi tersebut, kegiatan upaya pelestarian lingkungan hidup yang merupakan bagian utama dalam pembangunan berkelanjutan diabaikan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHi) Ekda Aceh, Muhammad Nur, Senin (12/12/2016) melalui siaran persnya. Selanjutnya ia mengatakan, Pilkada tidak hanya memberikan peluang terjadinya rotasi dan sirkulai kekuasaan dalam pemerintahan. Tetapi peluang bagi rakyat untuk melakukan koreksi terhadap segala kekurangan dari kepemimpinan di masa lalu. Suksesi kepemimpinan Aceh pada Pilkada 2017 harus dapat dijadikan momentum untuk mengakhiri rezim/penguasa yang eksploitatif.

Pilkada 2017 harus menjadi ajang memulai kepemimpinan ekokratif. Menjadikan upaya penyelesaian konflik agraria/tenurial sebagai program prioritas dan menyikapinya secara serius. Selain itu upaya penegakan hukum lingkungan sudah menjadi keharusan mengingat persoalan kejahatan lingkungan sudah masuk sebagai kejahatan luar biasa hingga saat ini. kami berharap pemimpin yang terpilih memahami kondisi yang sedang terjadi. Salah satu persoalan mendasar kesiapan daerah menghadapi bencana banjir, longsor, banjir bandang serta berbagai bentuk bencana lainya kerap menimpa Aceh di setiap bulanan bahkan tahunan, tentu kondisi seperti ini Aceh terus mengalami kerugian bencana mencapai 1 trilyun setiap tahun,” terang M. Nur.

Baca:  Walhi Aceh Tolak Pembangunan PLTA Kluet 1 di Aceh Selatan

Walhi Aceh menilai, persoalan lingkungan timbul akibat dari buruknya pengelolaan sumber daya alam. kebijakan tata ruang yang diatur dalam Qanun No 19 Tahun 2013 sebagai agenda memberikan ruang pada masyarakat masih menjadi masalah kebijakan yang harus diperbaiki.

“Tata ruang Aceh cenderung mengabaikan rakyat, lebih mementingkan pemilik modal. Masalah tersebut seharusnya menjadi salah satu rujukan penting bagi pasangan calon dalam menyusun visi dan misi serta program unggulan yang akan dijalankan. Isu Lingkungan seharusnya menjadi isu pokok dan sentral dalam kepemimpinan. Sebab, pembangunan yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanpa mempertimbangkan lingkungan (ekologi) merupakan kesiasiaan, pemimpin daerah merupakan ujung tombak kepemimpinan dalam pengelolaan SDA berkelanjutan,” ucap aktivis lingkungan hidup tersebut.

M. Nur menambahkan, guna menjawab masalah lingkungan yang selama ini terjadi, beberapa komponen penting yang seharusnya menjadi perhatian Calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh kedepan diantaranya: Penting untuk terus memperkuat Penguatan Taskforce Penegakan Hukum Lingkungan. Melakukan revisi terhadap Qanun RTRW Provinsi Aceh untuk mengurus keadilan ruang bagi rakyat dan perlindungan terhadap kawasan hutan dari berbagai ancaman pembangunan dan proyek skala besar. Mereview kembali izin proyek-proyek pembangunan yang berpotensi merusak lingkungan (Proyek Panas Bumi, Pembangunan Jalan Tol, dsb).

Selanjutnya, penyelesaian konflik lahan antara warga dengan industri perkebunan dan pertambangan dan berbagai bisnis lainya Penertiban Pertambangan legal maupun Ilegal dan sektor perkebunan yang telah menggusur masyarakat sekitar hutan dan pemukiman
Memperbaiki pengakuan wilayah kelola rakyat atas kawasan hutan dan lahan. []

dimuat: http://www.acehtrend.co/walhi-aceh-visi-misi-calon-gubenur-aceh-belum-pro-lingkungan-hidup/

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama

Hari Lingkungan Hidup Dunia

Hari Lingkungan Hidup Dunia

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi