Galeri Gugatan TUN

Walhi Putar Video Bentang Alam Kars Dihadapan Hakim

Banda Aceh, 28/10/2016. Walhi Aceh mengajukan puluhan alat bukti dalam melawan Bupati Aceh Tamiang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh. Dari puluhan alat bukti tersebut, salah satunya video bentang alam kars. Bentang alam kars masuk dalam areal pertambangan PT. Tripa Semen Aceh (TSA) di Kampung Kaloy, sesuai qanun RTRWK Aceh Tamiang, bentang alam kars merupakan kawasan lindung geologi.

Terkait gugatan Walhi melawan Bupati Aceh Tamiang atas penerbitan Surat Keputusan Nomor 541 Tahun 2016 Tentang Izin Lingkungan kepada PT. TSA, dalam persidangan ke 10 pada rabu 26/10/2016, Walhi Aceh memutar video bentang alam kars dihadapan majelis hakim. Pemutaran video ini berkaitan dengan pengakuan saksi fakta yang dihadirkan oleh Walhi Aceh. Saksi fakta dari Walhi Aceh mengakui pernah ke lokasi goa sebagaimana ditampilkan dalam video tersebut.

Walhi Aceh menggugat Bupati Aceh Tamiang didasarkan pada tiga aspek pelanggaran dalam penerbitan izin lingkungan kepada PT. TSA, yaitu aspek prosedural, substansi, dan azas. Terkait prosedural, salah satu yang dilanggar adalah qanun RTRWK Aceh Tamiang, dimana mengeluarkan izin lingkungan untuk PT. TSA dalam kawasan bentang alam kars. Qanun RTRWK Aceh Tamiang secara tegas disebutkan kawasan lindung geologi (kars) ada di Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu.

Selain itu, Walhi Aceh juga menghadirkan saksi fakta terkait upaya administrasi yang sudah dilakukan. Saksi fakta secara tegas menyampaikan, pada tanggal 31 Maret 2015 Walhi Aceh menyelenggarakan diskusi publik menyikapi rencana pembangunan PT. TSA. Hasil diskusi publik tersebut dirumuskan dalam bentuk kertas posisi yang bisa diakses oleh publik. Kemudian, pada tanggal 13 juni 2016 Walhi Aceh juga membuat kegiatan eksaminasi perizinan dan AMDAL PT. TSA. Kedua acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur seperti, pemerintah, akademisi, media, masyarakat dari Kaloy, dan sejumlah LSM pemerhati lingkungan hidup.

Baca:  Pemerintah Aceh Diminta Ambil Alih Penyelesaian Kasus Konflik PT Asdal

Dalam persidangan ini, Walhi Aceh juga mengajukan sejumlah alat bukti tambahan. Dimana dalam persidangan sebelumnya,Walhi Aceh mengajukan 39 alat bukti, total alat bukti yang sudah diajukan Walhi Aceh adalah 40 lebih alat bukti. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada rabu 2/11/2016, dengan agenda tambahan saksi, tambahan alat bukti, dan reflik terhadap jawaban tergugat intervensi.[]

Komitmen Bersama

Komitmen Bersama