CATATAN KRITIS 2017

CATATAN KRITIS 2017

Kami Tolak Tambang PT. EMM

Walhi Ragukan Pemerintah Aceh Kelola Laut

Tumpahnya ribuan ton batu bara dikawasan wisata Pantai Lhoknga Aceh Besar, 16 Mei lalu, menuai keprihatinan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh. Kemampuan pemerintah Aceh mengelola Laut dipertanyakan.

“Selama inikan kita tahu, Aceh minta dilibatkan mengelola potensi laut hingga 12 mil dari garis pantai. Konon mengurus 12 mil, mengatasi dampak pencemaran empat ribu ton batu bara saja kalang kabut berurusan dengan perusahaan,”kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur kepada AJNN, Selasa (24/5).

Pernyataan disampaikan M.Nur menanggapi tumpahnya sekitar 4000 ton batu bara dikawasan wisata Pantai Lhoknga. Menurut M Nur, insiden tersebut harusnya disikapi cepat oleh pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah langkah penanganan.
“Ironis memang, pemerintah yang seharusnya melakukan kajian terhadap dampak ekosistem yang timbul dari pencemaran ini terkesan pasif. Mereka hanya aktif mendatangkan investor,”kata M Nur.

Dia mengatakan, tak hanya dinas pertambangan, pemerintah Aceh melalui Dinas Pariwisata harusnya ikut mencari langkah langkah untuk segera menangani dampak dari tumpahan batu bara tersebut. Hal ini karena Kecamatan Lhoknga menjadi lokasi wisata bagi warga Aceh, khusunya Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Undang Undang No 23 tahun 2009 tentang pengelolaan tambang harusnya memberi wewenang besar kepada PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), mengusut kasus pencemaran lingkungan dan laut Aceh. Tapi kasus tumpahnya batu bara di Lhoknga mencerminkan bahwa Distamben dan Pariwisata juga terkesan tidak mau direpotkan,”kata M Nur.
Lebih lanjut kata M Nur, pemerintah harusnya dapat meminta pertangungjawaban perusahaan pemasok dan penampung batu bara secara hukum. “Kami berharap ada upaya serius dari pemerintah menindaklanjuti pencemaran ini termasuk menempuh mekanisme hukum , meski isi kontrak kontrak bisnis pemasok dan penampung tidak diketahui publik,”pungkas M Nur.
Seperti diberitakan ribuan ton batu bara yang sediannya akan dipasik ke PT Semen Andalas Indonesia, tumpah di kawasan Pantai Lhoknga. Peristiwa terjadi setelah kapal tongkang yang mengangkut batu bara asal Meulaboh, terdampar di pantai Lhoknga.
Sumber: AJNN
Baca:  Kuala Seumanyam Belum "Merdeka"

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Lingkungan Hidup Dunia

Hari Lingkungan Hidup Dunia

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi

WALHI Aceh Bersama Mahasiswa Tanam Pohon di Hari Bumi