Bersama kita menjaga hutan Aceh
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) didirikan pada tanggal 15 Oktober 1980 oleh elemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Kelompok Pencinta Alam (KPA) yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.
0+
Pengelaman Mengelola Program
Visi Kami
Misi Kami
- Rakyat memiliki akses dan kontrol sumber-sumber kehidupan;
- Adanya jaminan keselamatan kawasan-kawasan ekologi genting sebagai sumber-sumber kehidupan rakyat;
- WALHI menjadi organisasi advokasi lingkungan yang berbasis rakyat; dan
- Membangun kekuatan alternatif politik rakyat.
Berbagai Isu Stategis Tentang Lingkungan di Aceh
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make..
6 Program Kegiatan Walhi Aceh
• Kehutanan
• Tambang dan polusi industri
• Pesisir dan kelautan
• Teknologi
• Bencana lingkungan
• Kawasan konservasi
• Perkebunan besar
• Eksploitasi hutan
• Rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca
Tsunami
• Pertanahan dan Tata Ruang
• Kebijakan pengelolaan SDA dan LH
Dalam menjalankan fungsinya, ED Walhi-Aceh telah dan sedang memfokuskan kegiatan pada 6 bidang pengembangan yaitu;
• Organizational Capacity Building • NGO Capacity Building • Community Organizing • Research • Campaign • Media Outreach.
• Riset dan kajian kebijakan
• Pelatihan dan pendidikan (terutama pemahaman lingkungan hidup)
• Pemetaan partisipatif
• Pengorganisasian masyarakat
• Organizational Capacity Building;
• NGO Capacity Building;
• Community Organizing;
• Research;
• Legal Action;
• Media Outreach
• NGO anggota Walhi Aceh
• Organisasi Rakyat (OR)
• Masyarakat sekitar kawasan sesuai isu yang ditangani
• Masyarakat Adat
• Masyarakat rentan terhadap pengelolaan sumber
daya alam
• Pemerintah Daerah
Kota Banda Aceh, abupaten Aceh Besar, Kota Sabang,Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh
Selatan, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tamiang, Simeulue, Bireuen, Gayo Lues,
Subulussalam
• Haba Rakan (infosheet), bulanan
• Tanah Rencong (buletin), terbitan 2009
• Industri Lhokseumawe di mata rakyat kecil
• (buku), terbitan 2002
• Laut Bank Kehidupan Rakyat yang Dijarah (buku), terbitan 2002
• Pinto Rimba (Buletin), terbitan 2004
• Buku Catatan Akhir Tahun 2014 WALHI Aceh, terbitan 2014
• Buku Panduan Pengelolaan Kawasan Hutan Gambut Rawa Tripa Berbasis Masyarakat, terbitan 2015
• Buku Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim
• Berbasis Kearifan Lokal di Kemukiman Lutueng, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, terbitan
• 2015
• Rekam Jejak Pengelolaan Lingkungan Hidup 2015
• Catatan Akhir Tahun “Menelusuri Langkah
• WALHI Aceh 2016”, terbitan 2016
• Buku Catatan Krisis 2017 “Merebut Ruang Sebagai Solusi”, terbitan 2017
• Buku Catatan Akhir Tahun 2018 WALHI Aceh, terbitan 2019
• Buku Beutong Ateuh Banggalang, terbitan 2019
• Buku Catatan Akhir Tahun 2019 WALHI Aceh, terbitan 2020
Apa itu Walhi?
WALHI Aceh adalah bagian dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia yang berjuang untuk pelestarian lingkungan hidup dan penegakan kedaulatan rakyat atas sumber-sumber kehidupan di Aceh.
Kami fokus pada:
- Kehutanan
- Tambang dan polusi industri
- Pesisir dan kelautan
- Teknologi
- Bencana lingkungan
- Kawasan konservasi
- Perkebunan besar
- Eksploitasi hutan
- Rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh
- pasca Tsunami
- Pertanahan dan Tata Ruang
- Kebijakan pengelolaan SDA dan LH
Kamu bisa mengisi formulir pendaftaran relawan melalui halaman [Gabung Jadi Relawan] atau menghubungi kami langsung via email atau media sosial resmi WALHI Aceh.
Tentu! Dukunganmu sangat berarti. Kamu bisa berdonasi secara langsung melalui halaman [Donasi Sekarang], dan dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan advokasi, edukasi, dan aksi penyelamatan lingkungan.
Ya. Kami membuka ruang pelaporan bagi masyarakat yang menemukan kerusakan lingkungan, seperti perusakan hutan, pencemaran, atau pelanggaran izin. Silakan hubungi kami melalui kanal pengaduan resmi.
Kami menjalin hubungan kritis dan konstruktif dengan pemerintah, menuntut akuntabilitas, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan keadilan rakyat.
Apa kata mereka tentang Walhi
Cody Fisher
- UX Designer
Darrell Steward
- Creative Designer


